English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penelitian. Tampilkan semua postingan

22 Juni 2009

Konversi Mata Uang Ke Penulisan Huruf

Pada tulisan kali ini akan saya bagi2 programming sedikit mengenai konversi mata uang ke bentuk penulisan huruf

Fungsi terbilang nilai mata uang ini biasanya digunakan pada aplikasi-aplikasi yang berkaitan dengan penjualan atau sejenisnya. Sebagai gambaran, Operator/admin hanya memasukkan nilai mata uang maka secara otomatis aplikasi tersebut mengkonversnya ke huruf. Selain itu juga mempermudah pengucapan nilai mata uang.

Ikuti langkah berikut:

  • Buat 1 Modul dan satu form. Nama modul dan form terserah anda
  • Sisipkan kode berikut pada modul

Function Cur2Int(str_ As String) As Long

Dim s As String
Dim D As String
Dim dd As String
Dim I As Byte
Dim J As Byte
On Error GoTo hancuR
s = str_
D = ""
For I = 0 To Len(s) - 1
dd = Mid(s, Len(s) - I, 1)
If dd <> "." Then
D = dd + D
End If
Next I
If dd <> "" Then
Cur2Int = Val(D)
Else
Cur2Int = 0
End If
Exit Function
hancuR:
'//Nama text terbilang
Txtterbilang.Text = "0"
End Function


'// fungsi terbilang
Public Function Terbilang(strAngka As String) As String

Dim strJmlHuruf$, intPecahan As Integer, strPecahan$, Urai$, Bil1$, strTot$, Bil2$
Dim X, Y, z As Integer

If strAngka = "" Then Exit Function
strJmlHuruf = LTrim(strAngka)
intPecahan = Val(Mid(strAngka, 15, 2))
If (intPecahan = 0) Then
strPecahan = ""
Else
strPecahan = LTrim(Str(intPecahan)) + "/100 "
End If
X = 0
Y = 0
Urai = ""
While (X < x =" X" strtot =" Mid(strJmlHuruf," y =" Y" z =" Len(strJmlHuruf)" z =" 1" z =" 7" z =" 10" z =" 13)" bil1 = "Satu " z =" 4)" x =" 1)" bil1 = "Se" bil1 = "Satu " z =" 2" z =" 5" z =" 8" z =" 11" z =" 14)" x =" X" strtot =" Mid(strJmlHuruf," z =" Len(strJmlHuruf)" bil2 = "" bil1 = "Sepuluh " bil1 = "Sebelas " bil1 = "Dua Belas " bil1 = "Tiga Belas " bil1 = "Empat Belas " bil1 = "Lima Belas " bil1 = "Enam Belas " bil1 = "Tujuh Belas " bil1 = "Delapan Belas " bil1 = "Sembilan Belas " bil1 = "Se" bil1 = "Dua " bil1 = "Tiga " bil1 = "Empat " bil1 = "Lima " bil1 = "Enam " bil1 = "Tujuh " bil1 = "Delapan " bil1 = "Sembilan " bil1 = ""> 0) Then
If (z = 2 Or z = 5 Or z = 8 Or z = 11 Or z = 14) Then
Bil2 = "Puluh "
ElseIf (z = 3 Or z = 6 Or z = 9 Or z = 12 Or z = 15) Then
Bil2 = "ratus "
Else
Bil2 = ""
End If
Else
Bil2 = ""
End If

If (Y > 0) Then
Select Case z
Case 4
Bil2 = Bil2 + "Ribu "
Y = 0
Case 7
Bil2 = Bil2 + "Juta "
Y = 0
Case 10
Bil2 = Bil2 + "Milyar "
Y = 0
Case 13
Bil2 = Bil2 + "Triliun "
Y = 0
End Select
End If

Urai = Urai + Bil1 + Bil2
Wend
Urai = Urai + strPecahan
Terbilang = Urai & "Rupiah"
End Function

  • Sisipkan 2 buah text box pada form, dan beri nama textbox tadi :

* txtangka -> untuk inputan bilangan
* txtTerbilang -> untuk menampilkan hasil konversi

  • Sisipkan 1 buah Command button. Klik 2 kali Command Button dan sisipkan kode berikut :

If TxtAngka.Text = "" Then
MsgBox "Inputan Angka masih kosong", vbQuestion, "Kesalahan | inputan kosong"
TxtAngka.SetFocus
Else
TxtTerbilang.Text = Terbilang(Str(Cur2Int(TxtAngka.Text)))
End If

Langkah-langkah diatas merupakan langkah peng-Codingan. Sekarang saatnya kita melakukan pengujian pada aplikasi ini.

  • Jalankan Script yang telah dibuat pada menu RUN
  • Masukkan angka/bilangan pada txtAngka.
  • Klik Command button, maka hasil konversi akan tampil pada txtTerbilang.

Untuk source yang sudah jadi dapat di download pada Halaman Download.
Okey.. Selamat mencoba.

29 Mei 2009

Belajar = haruskah saling bertemu ?

Dijaman serba modern dan apa2 ada, menuntut seseorang atau kelompok dalam berusaha membutuhkan sisi kreativitas yang tinggi karena banyaknya persaingan yang begitu banyak macam dan ragamnya mulai dari usaha yang sama namun berbeda isi dan contentnya ada pula usaha yang benar2 baru dan lain, salah satunya adalah yang mulai tren saat ini adalah e-learning.
apa itu e-learning ? e-learning adalah merupakan metode yang bisa disebut lain dari metode yang ada saat ini dalam hal pelatihan dan pembelajaran yang mana tidak mempertemukan pebelajar dan pemateri dalam satu waktu dan ruang yang sama, yang dalam bahasa inggrisnya di sebut the death of distance and the death of time dimana siapapun dapat menjadi pebelajar kapanpun dimanapun sesempat dalam waktu senggangnya agar ketertinggalan tidak lagi menjadi suatu alasan. dan pemanfaatan teknologi ini bukan lagi sesuatu yang aneh dan banyak contohnya bisa dengan instant messenger (YM, GTalk, Skype, dll) maupun teleconference dengan begitu penyaluran informasi pembelajaran yang dirasa memberatkan dan mahal bisa ditekan sedemikian rupa namun juga membuka paradigma baru dalam hal pembelajaran, dengan demikian proses pembelajaran bisa lebih cepat dan efisien

Proses Pembelajaran dapat dilakukan menjadi :
1. Real Time : melakukan proses pembelajaran dengan cara langsung antara pebelajar dan pemateri dalam satu waktu yang sama, namun memiliki ruang yang berbeda
2. Disconnected : melakukan proses pembelajaran dengan cara tidak langsung dimana pebelajar dan pemateri tidak dalam satu waktu dan ruang yang sama, namun telah diatur oleh sistem yang berjalan.

28 Mei 2009

Pemimpin ? = kuat ? = disegani ?

Seorang bapak pendiri bangsa yang baik adalah dia yang mengerti dan memahami apa itu perbedaan, dimana antara daerah satu dengan yang lain berbeda mulai dari kultur budaya, adat istiadat, bahasa, agama, suku dan etnis, hingga pulau2 yang berada disekitanya yang membentuk suatu paham atau sistem yang di sebut bangsa atau negara. sebagai contoh pendiri bangsa yang tidak tanggap adalah Sri Lanka, kenapa Sri Lanka ? jawaban tersebut tentunya siapa saja dapat memberikan penilaian sendiri2 bergantung kepada sudut pandang mana, akan tetapi maksud dari tidak tanggap disini adalah tidak dapat merangkul dari sekian macam perbedaan yang ada, dan asal sekedar tahu saja bahwa di Sri Lanka terdapat 2 suku, yaitu Sinhala (mayoritas) dan Tamil (minoritas), yang satu (Tamil) di berikan support oleh pemerintah Inggris dan mendapatkan tempat yang layak serta lebih pandai, sedangkan yang satu lagi (Sinhala) yang notabene mayoritas malah terpinggirkan dengan dalih pemerintah Inggris bahwa lebih baik mengatur yang kecil daripada yang banyak, maka terjadilah perubahan besar2an ketika Inggris keluar dari Sri Lanka, yaitu suku Tamil semakin tidak mendapat tempat hingga bahasa resmi yang berjalan adalah bahasa Inggris berubah menjadi bahasa suku mayoritas yakni Sinhala.Jawa pos (24/4). sehingga suku Tamil terpinggirkan dan hengkang dari tanah airnya sendiri, nah contoh Sri Lanka tidak terjadi di Indonesia di karenakan bapak pendiri negara Indonesia menerapkan konsep Berbeda Tetapi Tetap Satu atau dalam bahasa Inggris disebut Unity In Diversity, dari bahasa saja dapat di ketahui bahwa bahasa Indonesia diambil bukan dari bahasa suku terbesar yaitu Jawa, akan tetapi diambil daru bahasa Melayu dari Riau yang notabene bahasa minoritas sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia I tahun 1939 di Solo, Jawa Tengah, "jang dinamakan 'Bahasa Indonesia' jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja berasal dari 'Melajoe Riaoe', akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat di seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia". atau sebagaimana diungkapkan dalam Kongres Bahasa Indonesia II 1954 di Medan, Sumatra Utara, "...bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju. Dasar bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju jang disesuaikan dengan pertumbuhannja dalam masjarakat Indonesia"., dan efeknya adalah dari sabang sampai merauke semua menggunakan bahasa resmi Indonesia disamping bahasa daerah dan bahasa Indonesia di sebut2 sebagai bahasa pemersatu yang baik. Atau RRC (Tiongkok) yang menerapkan konsep One Nation Two Systems yang berarti bahwa pendiri bangsa menginginkan merangkul perbedaan dengan pemikiran yang sama2 menguntungkan semua pihak. Jadi intinya adalah seorang pemimpin tidak harus pintar, cakap, dsb akan tetapi lebih dari itu harus mampu mengakomodir perbedaan yang ada menjadi satu kekuatan yang utuh.