English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

01 Juni 2009

Burung sebelah sayap

Seorang teman dengan potensi tinggi, mengeluh berat setelah pindah-pindah kerja di lebih dari lima tempat. Tadinya, saya fikir ia mencari penghasilan yang lebih tinggi. Setelah mendengarkan dengan penuh empati, rekan ini rupanya mengalami kesulitan dengan lingkungan kerja. Di semua tempat kerja sebelumnya, dia selalu bertemu dengan orang yang tidak cocok. Di sini tidak cocok dengan atasan, di situ bentrok dengan rekan sejawat, di tempat lain malah diprotes bawahan.
Kalau rekan di atas berhobi pindah-pindah kerja, seorang sahabat saya yang lain punya pengalaman yang lain lagi. Setelah berganti istri sejumlah tiga kali, dengan berbagai alasan yang berbau tidak cocok, ia kemudian merasa capek dengan kegiatan berganti-ganti pasangan ini.
Seorang pengusaha berhasil punya pengalaman lain lagi. Setiap kali menerima orang baru sebagai pimpinan puncak, ia senantiasa semangat dan penuh optimis. Seolah-olah orang baru yang datang pasti bisa menyelesaikan semua masalah. Akan tetapi, begitu orang baru ini berumur kerja lebih dari satu tahun, maka mulailah kelihatan busuk-busuknya. Dan iapun mulai capek dengan kegiatan berganti-ganti pimpinan puncak ini.
Digabung menjadi satu, seluruh cerita ini menunjukkan bahwa kalau motif kita mencari pasangan - entah pasangan hidup maupun pasangan kerja – adalah mencari orang yang cocok di semua bidang, sebaiknya dilupakan saja. Bercermin dari semua inilah, bahwa fundamen paling dasar dari manajemen sumber daya manusia adalah manajemen perbedaan, yang mencakup dua hal mendasar :
• menerima perbedaan dan
• mentransformasikan perbedaan sebagai kekayaan.
Sayangnya, kendati idenya sederhana, namun implementasinya memerlukan upaya yang tidak kecil. Ini bisa terjadi, karena tidak sedikit dari kita yang menganggap diri seperti burung yang bersayap lengkap. Bisa terbang (baca :hidup dan bekerja ) sendiri tanpa ketergantungan pada orang lain. Padahal, meminjam apa yang pernah ditulis Luciano de Crescendo, kita semua sebenarnya lebih mirip dengan burung yang bersayap sebelah.Dan hanya bisa terbang kalau mau berpelukan erat-erat bersama orang lain.
Di perusahaan, hampir tidak pernah kita bertemu pemimpin berhasil tanpa kemampuan bekerja sama dengan orang lain.
Di keluarga, tidak pernah kita temukan keluarga bahagia tanpa kesediaan sengaja untuk 'berpelukan' dengan anggota keluarga yang lain.
Di tingkat pemimpin negara, orang sehebat Nelson Mandela dan Kim Dae Jung bahkan mau berpelukan bersama orang yang dulu pernah menyiksanya.
Lebih-lebih kalau kegiatan berpelukan ini dilakukan dengan penuh cinta. Ia tidak saja merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,mentransformasikan kegagalan menjadi keberhasilan, namun juga membuat semuanya tampak indah dan menyenangkan. Makanya, penulis buku Chicken Soup For The Couple Soul mengemukakan, cinta adalah rahmat Tuhan yang terbesar.
Demikian besarnya makna dan dampak cinta, sampai-sampai ia tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Rugi besarlah manusia yang selama hidupnya tidak pernah mengenal cinta. Ia seperti pendaki gunung yang tidak pernah sampai di puncak gunung. Capek, lelah, penuh perjuangan namun sia-sia.

Ini semua, mendidik kita untuk hidup dengan pelukan cinta. Di pagi hari ketika baru bangun dan membuka jendela, kita senantiasa berterimakasih akan pagi yang indah. Dan mencari-cari lambang cinta yang bisa kita peluk. Entah itu pohon bonsai di halaman rumah, ikan koi di kolam, atau suara anak yang rajin menonton film kartun. Begitu keluar dari kamar tidur, akan indah sekali hidup ini rasanya kalau kita mencium anak, atau istri. Melihat burung gereja yang memakan nasi yang sengaja diletakkan di pinggir kali, juga menghasilkan pelukan cinta tersendiri. Demikian juga dengan di kantor,godaan memang ada banyak sekali. Dari marah, stres, frustrasi, egois sampai dengan nafsu untuk memecat orang. Namun, begitu kita ingat karyawan dan karyawati bawah yang bekerja penuh ketulusan, dan menghitung jumlah perut yang tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan, energi pelukan cinta entah datang dari mana.
Kembali ke pengandaian awal tentang burung dengan sebelah sayap, Manusia memang tidak pernah merasa cukup, Kita selalu lebih di sini dan kurang disitu. Atau sebaliknya. Kesombongan atau keyakinan berlebihan yang menganggap kita bisa sukses sendiri tanpa bantuan orang lain, hanya akan membuat kita bernasib sama dengan burung yang bersayap sebelah, namun memaksa diri untuk terbang. Sepintar dan sehebat apapun kita, tetap kita hanya akan memiliki sebelah sayap. Mau belajar, berjuang, berdoa, bermeditasi atau sebesar dan sehebat apapun usaha kita, semuanya akan diakhiri dengan jumlah sayap yang hanya sebelah.

dari berbagai sumber

Kekasih standar vs Kekasih sejati

Kekasih standar selalu ingat senyum di wajahmu.
Kekasih sejati juga mengingat wajahmu ketika bersedih.

Kekasih standar akan membawamu makan makanan yang enak-enak.
Kekasih sejati akan mempersiapkan makanan yang kamu suka.

Kekasih standar setiap detik selalu menunggu telpon dari kamu.
Kekasih sejati setiap detik selalu teringat ingin menelponmu.

Kekasih standar selalu mendoakanmu kebahagiaan.
Kekasih sejati selalu berusaha memberimu kebahagiaan.

Kekasih standar mengharapkan kamu berubah demi dia.
Kekasih sejati mengharapkan dia bisa berubah untuk kamu.

Kekasih standar paling sebal jika kamu menelpon waktu dia tidur.
Kekasih sejati akan menanyakan kenapa sekarang kamu baru telpon?

Kekasih standar akan mencarimu untuk membahas kesulitanmu.
Kekasih sejati akan mencarimu untuk memecahkan kesulitanmu.

Kekasih standar selalu bertanya mengapa kamu selalu membuatnya sedih?
Kekasih sejati akan selalu menanyakan diri sendiri mengapa membuat kamu sedih?

Kekasih standar selalu memikirkan penyebab perpisahan.
Kekasih sejati memecahkan penyebab perpisahan.

Kekasih standar bisa melihat semua yang telah dia korbankan untukmu.
Kekasih sejati bisa melihat semua yang telah kamu korbankan untuknya.

Kekasih standar berpikir bahwa pertengkaran adalah akhir dari segalanya.
Kekasih sejati berpikir, jika tidak pernah bertengkar tidak bisa disebut cinta sejati.

Kekasih standar selalu ingin kamu disampingnya, menemaninya selamanya.
Kekasih sejati selalu berharap selamanya bisa disampingmu, menemanimu.

29 Mei 2009

Belajar = haruskah saling bertemu ?

Dijaman serba modern dan apa2 ada, menuntut seseorang atau kelompok dalam berusaha membutuhkan sisi kreativitas yang tinggi karena banyaknya persaingan yang begitu banyak macam dan ragamnya mulai dari usaha yang sama namun berbeda isi dan contentnya ada pula usaha yang benar2 baru dan lain, salah satunya adalah yang mulai tren saat ini adalah e-learning.
apa itu e-learning ? e-learning adalah merupakan metode yang bisa disebut lain dari metode yang ada saat ini dalam hal pelatihan dan pembelajaran yang mana tidak mempertemukan pebelajar dan pemateri dalam satu waktu dan ruang yang sama, yang dalam bahasa inggrisnya di sebut the death of distance and the death of time dimana siapapun dapat menjadi pebelajar kapanpun dimanapun sesempat dalam waktu senggangnya agar ketertinggalan tidak lagi menjadi suatu alasan. dan pemanfaatan teknologi ini bukan lagi sesuatu yang aneh dan banyak contohnya bisa dengan instant messenger (YM, GTalk, Skype, dll) maupun teleconference dengan begitu penyaluran informasi pembelajaran yang dirasa memberatkan dan mahal bisa ditekan sedemikian rupa namun juga membuka paradigma baru dalam hal pembelajaran, dengan demikian proses pembelajaran bisa lebih cepat dan efisien

Proses Pembelajaran dapat dilakukan menjadi :
1. Real Time : melakukan proses pembelajaran dengan cara langsung antara pebelajar dan pemateri dalam satu waktu yang sama, namun memiliki ruang yang berbeda
2. Disconnected : melakukan proses pembelajaran dengan cara tidak langsung dimana pebelajar dan pemateri tidak dalam satu waktu dan ruang yang sama, namun telah diatur oleh sistem yang berjalan.

28 Mei 2009

Pemimpin ? = kuat ? = disegani ?

Seorang bapak pendiri bangsa yang baik adalah dia yang mengerti dan memahami apa itu perbedaan, dimana antara daerah satu dengan yang lain berbeda mulai dari kultur budaya, adat istiadat, bahasa, agama, suku dan etnis, hingga pulau2 yang berada disekitanya yang membentuk suatu paham atau sistem yang di sebut bangsa atau negara. sebagai contoh pendiri bangsa yang tidak tanggap adalah Sri Lanka, kenapa Sri Lanka ? jawaban tersebut tentunya siapa saja dapat memberikan penilaian sendiri2 bergantung kepada sudut pandang mana, akan tetapi maksud dari tidak tanggap disini adalah tidak dapat merangkul dari sekian macam perbedaan yang ada, dan asal sekedar tahu saja bahwa di Sri Lanka terdapat 2 suku, yaitu Sinhala (mayoritas) dan Tamil (minoritas), yang satu (Tamil) di berikan support oleh pemerintah Inggris dan mendapatkan tempat yang layak serta lebih pandai, sedangkan yang satu lagi (Sinhala) yang notabene mayoritas malah terpinggirkan dengan dalih pemerintah Inggris bahwa lebih baik mengatur yang kecil daripada yang banyak, maka terjadilah perubahan besar2an ketika Inggris keluar dari Sri Lanka, yaitu suku Tamil semakin tidak mendapat tempat hingga bahasa resmi yang berjalan adalah bahasa Inggris berubah menjadi bahasa suku mayoritas yakni Sinhala.Jawa pos (24/4). sehingga suku Tamil terpinggirkan dan hengkang dari tanah airnya sendiri, nah contoh Sri Lanka tidak terjadi di Indonesia di karenakan bapak pendiri negara Indonesia menerapkan konsep Berbeda Tetapi Tetap Satu atau dalam bahasa Inggris disebut Unity In Diversity, dari bahasa saja dapat di ketahui bahwa bahasa Indonesia diambil bukan dari bahasa suku terbesar yaitu Jawa, akan tetapi diambil daru bahasa Melayu dari Riau yang notabene bahasa minoritas sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia I tahun 1939 di Solo, Jawa Tengah, "jang dinamakan 'Bahasa Indonesia' jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja berasal dari 'Melajoe Riaoe', akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat di seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia". atau sebagaimana diungkapkan dalam Kongres Bahasa Indonesia II 1954 di Medan, Sumatra Utara, "...bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju. Dasar bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju jang disesuaikan dengan pertumbuhannja dalam masjarakat Indonesia"., dan efeknya adalah dari sabang sampai merauke semua menggunakan bahasa resmi Indonesia disamping bahasa daerah dan bahasa Indonesia di sebut2 sebagai bahasa pemersatu yang baik. Atau RRC (Tiongkok) yang menerapkan konsep One Nation Two Systems yang berarti bahwa pendiri bangsa menginginkan merangkul perbedaan dengan pemikiran yang sama2 menguntungkan semua pihak. Jadi intinya adalah seorang pemimpin tidak harus pintar, cakap, dsb akan tetapi lebih dari itu harus mampu mengakomodir perbedaan yang ada menjadi satu kekuatan yang utuh.

27 Mei 2009

Salah Jurusan ? pede aj lagi


Dari awal selepas selesai sma tidak pernah aku terpikir untuk masuk ke jurusan yang ada hubungannya dengan dunia komputer, yang ada dalam pikiranku hanya masuk jurusan sastra inggris, sastra inggris ? iya karena dengan inggris aku berharap bisa kemana2 dengan kemampuanku mengolah kata2 dalam inggris (jadi dubes gitu...), eh...nasib ternyata membawaku ke alam yang aku belum tau, yaitu KOMPUTER!!!!. yup itu seumur2 aku di sma g pernah dapat nilai bagus (piss), ya akhirnya aku masuk di jurusan sistem informasi (dulunya bernama manajemen informatika), yang ada dipikiranku hanya aduh dimana ya?, ternyata setelah aku jalani dengan berjuang sekuat tenaga karena memang aku harus mengejar ketertinggalanku yang banyak ini, dan bahkan untuk mendapat nilai C atau C+ saja untuk ukuran orang seperti aku sungguh menyiksa pikiran dan batin (huff), dan lucunya aku merasa sadar salah jurusan ketika aku memasuki semester 6 (dasar aneh). Tapi itu yang terjadi. Disana aku ketemu orang2 yang sama sekali baru dan rata2 mereka sudah punya dasar tentang komputer dan bahkan sudah ada yang bisa memakai bahasa pemrograman komputer, busyet dah. Dengan perjuangan aku mencoba untuk bisa menyelesaikan dengan usahaku dan bertanya ke teman2 yang bisa, yah walau ipk ku ga bagus2 amat akan tetapi aku puas karena aku berusaha dengan aku yang aku bisa, dan hingga akhirnya aku harus dihadapkan dengan tugas akhir yang kata kakak kelas yang begini begitu yang ga bakal luluslah, dari itu semua aku sempat down, pelan tapi pasti aku akhirnya maju sidang tugas akhir dan lucunya aku yang ga bisa bahasa pemrograman aku mampu menyelesaikan kode program hanya dalam hitungan minggu(edan) aku sendiri tidak percaya kalau aku bisa, dan saat maju sidang tiba(huff) dengan paparan2 yang aku lontarkan bla...bla...bla... dan pertanyaan yang menjebak dari dosen dan teman2 membuat aku bingung tapi lama kelamaan well i'm done and i pass it! itu terucap mana kala dosen penguji menyatakan bahwa aku lulus tugas akhir, tau reaksi ku apa ? lerr langsung plong bebanku...dan aku mulai melangkah untuk hidupku ke depan