English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label SCORM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SCORM. Tampilkan semua postingan

24 Juni 2009

SCORM 2004 : CAM




SCORM 2004 merupakan pengembangan dari versi SCORM sebelumnya, yang mana merupakan kumpulan dari dokumen yang saling berhubungan



Dalam SCORM terdapat 3 (tiga) komponen inti yang menyusun SCORM, komponen tersebut adalah :

1. Content Aggregation Model (CAM)
SCORM sering disebut juga sebagai kumpulan buku pada rak buku. CAM merupakan satu kumpulan buku
yang tersusun pada suatu rak buku, seperti ilustrasi berikut



SCORM CAM mendeskripsikan komponen yang dugunakan untuk pengembang dan pengguna untuk mengumpulkan sumber daya pembelajaran, sehingga dapat menyajikan konten pembelajaran yang sesuai dengan keinginan pengembang dan pengguna, secara umum SCORM CAM terdiri dari 4 susunan utama, yaitu :

1. a. Content Model : mendefinisikan komponen SCORM yang menyusun sistem pembelajaran dan menjelaskan bagaimana komponen tersebut saling berhubungan, dan dari susunan Content Model didapat susunan sebagai berikut :

1.a.1. Asset : merupakan blok paling dasar pembentuk learning resource. Asset adalah representasi dari data elektronik, seperti text, gambar, dll.

1.a.2. Sharable Content Object (SCO) : merupakan kumpulan dari satu atau lebih asset yang mendeskripsikan learning resource yang dapat digunakan.

1.a.3. Content Organization : Gambaran atau pemetaan yang mendefinisikan urutan penggunaan konten melalui aktivitas yang terstruktur



1.b. Content Packaging : Berisi semua koleksi file yang diperlukan untuk menjalankan materi pembelajaran pada format standar

1.c. Metadata : suatu mekanisme yang mendeskripsikan instance secara spesifik dari komponen dalam content model.

1.d. Manifest : Dikenal juga sebagai IMS Manifest yang berupa dokumen XML yang mendeskripsikan semua konten.



untuk selanjutnya akan saya tuliskan mengenai penyusun SCORM yang lain

Ref :

SCORM Overview by ADL SCORM

Dodds, Philips, 2006b, SCORM 2004 : Content Aggregation Model

26 Mei 2009

SCORM Overview (Keterkaitan LMS dengan SCORM)


Seperti yang sudah saya tuliskan pada SCORM Overview (One Minutes With SCORM) pada kesempatan kali ini saya akan membahas hubungan antara SCORM dengan LMS.

LMS = Learning Management System , yang berarti sistem pembelajaran secara otomatis terurut, sehingga seseorang yang ingin melakukan pembelajaran di atur waktunya dan kapan akan mengerjakan pembelajran tersebut.

Hubungan antara SCORM dengan LMS dapat didefinisikan bahwa dengan LMS SCORM membuat bahasan menjadi lebih simple atau dipersempit secara arti bahasa, dikarenakan pembelajaran yang berbasis web mempunyai kemampuan untuk mengatur pengiriman konten pembelajaran kepada pebelaja. LMS akan mengatur kapan dan apa yang dikirm, melacak performa dan pencapaian pebelajar dari proses pembelajaran

Dikatakan menurut (Dodds, 2006) LMS memiliki 7 (tujuh) buah layanan yang membentuk arsitektur sistem

1. Learning Profile Service : Menyimpan data mengenai pebelajar atau user

2. Course Administravie Service : Berfungsi untuk mengatur materi belajar-mengajar

3. Assessment Service : Sebagai basis data ujian dan menentukan serta mengelola tes yang akan
dilaksanakan

4. Sequencing Service : Layanan yang mana dapat merangkai materi belajar maupun tes

5. Delivery Service : layanan yang dapat mengirimkan materi belajar kepada pebelajar atau user

6. Tracking Service : Layanan yang mana dapat mengetahui pencapain pebelajar atau user sampai
sejauh mana seorang user dapat melaksanakan tes dan belajar

7. Content management Service : Layanan yang dapat mengelola isi materi belajar dan tes

to be continued......

Referensi :

ADL, 2006, SCORM Best Practice Guide For Content Development

Philips Dodds, 2006, SCORM 2004 3 th Edition Overview.

SCORM : en.wikipedia.org/wiki/SCORM


SCORM Overview (One Minute With SCORM)


Salah satu metode atau standar yang menjadi bagian dalam penelitian Tugas Akhir saya yang akan saya bagi-bagikan kepada yang membutuhkan karena sangat sedikitnya informasi dalam bahasa indonesia yaitu SCORM.

SCORM = Sharable Content Object Reference Model adalah sebuah standar internasional untuk sistem pembelajaran untuk media E-Learning yang di kembangkan atas inisiatif dari para ilmuwan dari Advanced Distributed Learning (ADL) pada tahun 1999, yang merupakan lembaga yang dibentuk oleh United State Department of Defence (DoD).

Secara hakikat SCORM bukanlah suatu bentuk permodelan yang baru, sesuatu yang baru, akan tetapi SCORM hanyalah bentuk standar yang dapat menyatukan e-learning kepada standar, petunjuk dan spesifikasi bagaimana e-learning bekerja, sehingga SCORM adalah kumpulan standar, petunjuk dan spesifikasi untuk membangun web based e-learning yang mana SCORM membentuk komunikasi antara client side content dengan host sistem atau dalam SCORM disebut Run Tiem Environment (SCORM RTE). SCORM juga didefinisikan mengenai bagaimana suatu content dibentuk secara enkapsulasi.

Ada 3 kriteria aspek utama reference model seperti SCORM :

1. Sistem harus dengan mudah memberikan petunjuk yang dapat dimengerti dan diimplementasikan
oleh pengembang e-learning

2. Sistem harus mudah diterapkan, dimengerti dan digunakan oleh pengguna sebisa mungkin

3. Sistem dapat memetakan perubahan model yang di inginkan oleh pengembang e-learning

Untuk membantu mendapatkan suatu model SCORM menurut Philips Dodds (2006) terdapat 6 (enam) fungsi starting point dari SCORM

1. Accessibility : kemampuan untuk mencari dan mengakses isi pembelajaran dari lokai server yang
berbeda

2. Adaptability : Kemampuan untuk menyesuaikan instruksi terhadap kebutuhan probadi atau
organisasi

3. Interopability : Kemampuan untuk mengambil komponen2 instruksional yang dikembangkan pada
suatu lokasi server dengan kelengkapan tool atau platformnya dan dapat digunakan
pada lain lokasi server (multi platform)

4. Reusability : content pembelajaran dapat denagn digunakan pada aplikasi lain

5. Affordability : Kemampuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dengan mengurangi
biaya dan waktu yang dibutuhkan dalam pengirimana instruksi

6. Durability : Kemampuan untuk bertahan pada perubahan dan perkembangan teknologi tanpa
pengeluaran biaya untuk mendesain, mengkonfigurasi, dan penyimpanan ulang


to be continued...........


Referensi :

ADL, 2006, SCORM Best Practice Guide For Content Development

Philips Dodds, 2006, SCORM 2004 3 th Edition Overview.

SCORM : en.wikipedia.org/wiki/SCOR
M