English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blogging. Tampilkan semua postingan

27 Mei 2009

Salah Jurusan ? pede aj lagi


Dari awal selepas selesai sma tidak pernah aku terpikir untuk masuk ke jurusan yang ada hubungannya dengan dunia komputer, yang ada dalam pikiranku hanya masuk jurusan sastra inggris, sastra inggris ? iya karena dengan inggris aku berharap bisa kemana2 dengan kemampuanku mengolah kata2 dalam inggris (jadi dubes gitu...), eh...nasib ternyata membawaku ke alam yang aku belum tau, yaitu KOMPUTER!!!!. yup itu seumur2 aku di sma g pernah dapat nilai bagus (piss), ya akhirnya aku masuk di jurusan sistem informasi (dulunya bernama manajemen informatika), yang ada dipikiranku hanya aduh dimana ya?, ternyata setelah aku jalani dengan berjuang sekuat tenaga karena memang aku harus mengejar ketertinggalanku yang banyak ini, dan bahkan untuk mendapat nilai C atau C+ saja untuk ukuran orang seperti aku sungguh menyiksa pikiran dan batin (huff), dan lucunya aku merasa sadar salah jurusan ketika aku memasuki semester 6 (dasar aneh). Tapi itu yang terjadi. Disana aku ketemu orang2 yang sama sekali baru dan rata2 mereka sudah punya dasar tentang komputer dan bahkan sudah ada yang bisa memakai bahasa pemrograman komputer, busyet dah. Dengan perjuangan aku mencoba untuk bisa menyelesaikan dengan usahaku dan bertanya ke teman2 yang bisa, yah walau ipk ku ga bagus2 amat akan tetapi aku puas karena aku berusaha dengan aku yang aku bisa, dan hingga akhirnya aku harus dihadapkan dengan tugas akhir yang kata kakak kelas yang begini begitu yang ga bakal luluslah, dari itu semua aku sempat down, pelan tapi pasti aku akhirnya maju sidang tugas akhir dan lucunya aku yang ga bisa bahasa pemrograman aku mampu menyelesaikan kode program hanya dalam hitungan minggu(edan) aku sendiri tidak percaya kalau aku bisa, dan saat maju sidang tiba(huff) dengan paparan2 yang aku lontarkan bla...bla...bla... dan pertanyaan yang menjebak dari dosen dan teman2 membuat aku bingung tapi lama kelamaan well i'm done and i pass it! itu terucap mana kala dosen penguji menyatakan bahwa aku lulus tugas akhir, tau reaksi ku apa ? lerr langsung plong bebanku...dan aku mulai melangkah untuk hidupku ke depan

Kopi Asin (off the record)


Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Sedangkan Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.
Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa suasana hening ini berlangsung cukup lama, dan akhirnya si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang aja yuk...?!?". Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan heran ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya. Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?" Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen kepada orang tua saya yang masih tinggal di sana." Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.
Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya. Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu dalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli .. betul-betul seseorang yang sangat baik. si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Untung ada kopi asin!
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu ... tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun. Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.
Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab dengan yakin, "Rasanya manis !! "